Tuesday, September 1, 2015

Bladder Stone (Batu Kandung Kemih)




Penyesuaian Iklim mikro banyak digunakan oleh reptil dan amfibi untuk mempertahankan diri dari lingkungan yang kurang menguntungkan, dan untuk mengatur keseimbangan suhu dan air dalam tubuh. Beberapa contoh terkenal pemanfaatan iklim mikro adalah masuk dalam liang/lobang yang digunakan oleh kura-kura habitat yang kering, kadal, atau perilaku kodok tertentu yang menyelimuti diri dalam lumpur selama musim kemarau. Dalam setiap kasus, hewan berusaha untuk melindungi diri dari suhu terlalu tinggi atau rendah, dan untuk mencegah hilangnya cairan tubuh secara berlebihan baik dari pernapasan maupun dari penguapan yang pada akhirnya akan menyebabkan kematian dari dehidrasi.

Batu ginjal merupakan penumpukan kristal-kristal hasil metabolisme protein purin. (bisa menjadi gout/radang sendi jika kristal ini menumpuk di sendi.

Penyebab paling umum adalah :

  1. Memeliharan kura-kura dengan menggunakan lampu panas (basking) terus menerus dengan penggunakan alas seperti koran di terrarium/aquarium. 
  2. Ketidaktepatan makanan dan ketersediaan air minum 
Kura-kura yang dipelihara dengan permukaan datar (tidak memungkinkan menggali) akan kehilangan cairan melalui penguapan secara sangat cepat dan cenderung lebih aktif. Peningkatan aktivitas terutama saat makan. Hewan yang dibesarkan dalam kondisi ini karena itu cenderung tumbuh lebih cepat dan karenanya jauh lebih rentan untuk kekurangan mineral, dan cenderung terkena MBD, atau penyakit metabolik tulang.

Dalam suatu percobaan, kura-kura yang dipelihara pada substrat koran mencapai 38% lebih besar ukuran rata-rata daripada mereka dibesarkan di substrat campuran tanah dan pasir setelah 18 bulan, dan kadar asam urat nya juga terlihat lebih besar dan menunjukkan mereka asupan protein meningkat secara keseluruhan dan kurang hidrasi (belum sampai tahap dehidrasi).

Setelah 24 bulan, kasus pertama batu kandung kemih tercatat dalam kelompok yang dipelihara pada substrat koran dan tak satu pun ada pada kura-kura yang dipelihara pada campuran tanah atau pasir (yang memungkinkan untuk mengubur diri).

Setelah 4 tahun menggunakan subtrat tanah yang memungkinkan mengubur, lebih dari 60 juvenile beberapa spesies, termasuk Testudo kleinmanni, Testudo graeca, Testudo ibera dan Geochelone pardalis tidak menunjukan masalah ginjal atau kencing batu, pertumbuhannya relatif lambat, dan karapas tidak menunjukan gejala pyramiding.

Mungkin ini yang menjelaskan seringnya kura-kura bersembunyi di bawah dedaunan, dalam lubang tanah atau di antara batang-batang lembab.


Gejala
Tidak ada gejala spesifik yang menunjukan kura-kura memiliki batu ginjal, dan beberapa dari mereka tidak menunjukkan gejala apapun sama sekali. Gejala yang lebih umum adalah :
  1. Kesulitan bernafas
  2. Kurang nafsu makan 
  3. Lesu 
Beberapa jenis batuan ini didiagnosis sebagai temuan-temuan yang tak terduga saat di x-ray atau saat pengujian penyakit lainnya. Ukuran luar biasa dari beberapa batu menunjukkan batu tersebut sudah terakumulasi selama bertahun-tahun sebelum terdiagnosis. 

Diagnosis 
ada dua metode yang digunakan untuk mendiagnosa. 

  1. Dapat meraba batu di titik lembut bagian kaki belakang. Tidak setiap batu dapat ditemukan pada metode ini (palpasi). 
  2. Metode lain untuk membuat diagnosis, dan biasanya lebih dapat diandalkan metode, adalah dengan x-ray. Seringkali di temukan batu dengan ukuran besar sehingga perlu dipecah sebelum di keluarkan melalui bedah plastron.
Palpation Technique
X-Ray Method
Pencegahan
1. Jaga kelembaban kandang.
2. Jangan memberikan panas yang berlebihan.
3. Rutin jemur, karena tidak ada lampu yang bisa menandingi matahari.
4. Sediakan AIR. Ini kesalahan paling sering dilakukan pada kura-kura. Mereka 
    mebutuhkan cairan sekitar 40% dari berat badannya.



Sumber : 

No comments:

Post a Comment